0 Blogger Comment Facebook Comments

10 Video Klip Yang Paling Menyentuh Versi masroqib dot com

Setiap orang pasti mempunyai lagu yang paling disuka bahkan penyanyi atau musisi sekalipun. Tak terkecuali manusia semprul seperti saya, terus terang saja lagu lagu yang mengingatkan saya adalah lagu dangdut, seperti lagunya Ine Shintia, Mansyur S, Rhoma Irama. Tidak hanya dangdut lagu lagu ini juga ada kenangan tersendiri seperti lagunya Gesang (Alm), Sundari Sukoco, Ungu, Dewa 19, Padi, Jamrud, Dream Theater dan masih banyak lagi yang tidak bisa saya sebutkan dari masing-masing lagu itu ada kenangan-kenangan yang indah misalkan saat putus cinta, saat jadian sama cewek-cewekku dulu (ehem saya bukan play boy lho), terus disaat menemukan sahabat baru, atau disaat lagi terkena musibah. lagu-lagu dari masing-masing musisi diatas sangat mengingatkanku disaat ini dan saat saat sedang mendengarkan.

Read more →
0 Blogger Comment Facebook Comments

Banjir dan Cara Mengatasinya (Ini Menurut Saya Lho, Jangan dibantah)

Banyak orang berfikir kalau banjir adalah sesuatu hal yang wajar di setiap musim hujan, sesuatu yang menjadi agenda di tiap tahun, mengungsi, membersihkan lumpur, dan tidak ada pakaian kering basah kena banjir. Hampir disetiap kota di daerah pesisir atau dekat laut terkena banjir, Padahal Kota di Indonesia ini 80 % di di daerah datar atau dekat dengan laut, dan 70% Kota di Indonesia rawan bencana, dan parahnya Penduduk Indonesia tidak diajarkan Tangguh akan bencana, banyak yang memilih hujan hujanan daripada sedia payung sebelum hujan. 

Bagaimana sih cara mengatasi banjir. 
Kalau menurut saya, menurut saya lho jangan dibantah, kita tau bahwa Belanda adalah negara yang lautnya lebih tinggi dibandingkan dengan darat, tapi mereka berkomitmen dengan undang-undang yang mereka buat, mereka duduk bersama antara pemerintah dan masyarakat untuk menyepakati undang-undang tersebut.

Read more →
0 Blogger Comment Facebook Comments

Teknologi dilihat dari Berbagai Unsur Kehidupan Jaman demi Jaman

Kita harus melihat kebelakang mengenai sebuah sejarah ketika masa-masa SMA dahulu Bapak Ibu Guru kita menjelaskan proses perkembangan sebuah Teknologi dari jaman ke jaman, jaman, Revolusi Industri Merupakan periode antara tahun 1750-1850 dimana terjadinya perubahan secara besar-besaran di semua unsur kehidupan ini, pertanian, manufaktur, pertambangan, transportasi, dan teknologi serta memiliki dampak yang mendalam terhadap kondisi sosial, ekonomi, dan budaya di Dunia. Revolusi Industri dimulai dari Britania Raya kemudian menyebar keseluruh Eropa Barat, Amerika Utara, Jepang, dan akhirnya keseluruh Dunia Sumber [wikipedia]

Dan saat ini revolusi industri sudah berubah menjadi jaman Teknologi Informasi, semua unsur-unsur diatas tidak lepas dari Teknologi Informasi, dunia Pendidikan (adanya e-learning, website, E-book, Media pembelajaran interaktif, note book, serta perangkat keras laptop, smart phone, tablet, dan perangkat-perangkat lain yang mendukung dunia pendidikan) dari unsur lain juga tidak lepas dari perangkat keras atau hardware dan perangkat lunak atau yang disebut dengan software keduanya tidak bisa dipisahkan untuk mendukung berkembangnya unsur-unsur yang saya katakan diatas.

Read more →
4 Blogger Comments Facebook Comments

Jangan Main Main HP Saat Hujan Disertai Petir Jika Tak Mau Seperti Ini

Sumber gambar : okezon
Musim hujan telah tiba dan mendung tak selalu hujan bahkan terkadang tak ada mendung tiba-tiba hujan atau malah terkadang disini terang di beberapa kilometer dari tempat yang kita pijaki ini hujan, tak apa jika hanya hujan kita bisa memakai jas hujan bila bepergian dengan motor namun jika hujan disertai petir itu sangat berbahaya bagi keselamatan kita, saran saya ketika kita berteduh di pinggir jalan matikan handphone ketika banyak petir yang menyambar karena beberapa tahun yang lalu banyak yang terkena petir dan meninggal karena sedang bermain HP di pinggir jalan saat hujan dan banyak petir yang menyambar, aku tidak tau pasti penyebabnya kenapa sinyal HP bisa menyebabkan terjadinya penyambaran petir namun kita sebaiknya berhati-hati menggunakan HP saat banyak petir. (jadi ngeri ya, saya tidak menakut nakuti tapi emang begitu adanya kalau tidak percaya Searching di google dengan keyword [terkena petir saat bermain henphone] dibeberapa tempat banyak yang memberitakan terkena petir saat bermain HP. 

Berbicara soal petir saya jadi teringan seorang sahabat waktu kuliah dulu saat menyepelekan petir jadi begini ceritanya: 

Sepulang kuliah seperti biasa kami ber empat pulang ke kos kebetulan kami satu kamar dalam satu kos, pada saat libur kami mempunyai proyek di warnet dan terkadang kami bermain kerumah seorang temen yang ada wifinya saat itu malam hari saya sedang bermain internet temenku ini biasa kalau ada petir menyambar "duuuueeeeeeeeerrrrrrrrrr!!!!!!!' dia malah bilang "oraaaa keneeeeeeeeeekkk" (bahasa Indonesianya "tidak kena" nyambar lagi "duuueeeeeeeeeeeeeerrrrrr!!!!!" dia bilang lagi sambil menatap keatas "Oraaaaa keneeeeeeeeeeekkk" nah yang ketiga ini ada suara gemuruh seperti petir "gludug gludug gludug gluguk beberapa menit dan setelah itu ada suara Duuuueeeeeerrrr Wuuuuussssyyyyhhhhhhhh" ternyata itu bukan petir kawan itu suara rumah belakang yang ambruk karena kesambar petir. (wkakwakwkakwakwkakwkakwkawkakwkawkakk) 

Kejadian sebelum itu adalah pada saat diwarnet tempat praktek kita kebetulan kami dulu dipercayai sebagai admin dalam sebuah warnet waktu itu jam menunjukkan pukul 12 malam suasana hening dan mendung sepi tidak ada orang yang kewarnet karena mendung begitu hitam ditambah kegelapan malam, saat itu malam mencekam hingga burung hantupun enggan keluar dari sarangnya karena takut hujan kami berempat sedang utak utek mempelajari jaringan dan sebelum mendung memuntahkan air dalam perutnya yang sudah menggendut itu petir-petir kecil mulai bersuara hingga beberapa menit tidak hanya petri-petir kecil yang bersuara petir-petir besar juga tak mau kalah dengan yang kecil temanku yang akhirnya rumah kecil dibelakang rumahnya ambruk itu malah meledek suara petir petri itu kawan "duueeeeeeerrr !!!" dia bilang dengan lantang "Oraaaaaaaa keneeeeeeeeeeeeeeek" petir lagi menyambar "Duuueeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeer" "dengan santainya sambil memegang putung gudang garam yang masih ada apinya dia bilang " Oraaaa keneeeeeeeeeeek" di bilang seperti itu hingga beberapa kali ada petir dan yang terakhir ada suara petir yang paling besar "DDDDDDUUUUUUUUUUUEEEEEEEEEEEEEEEERRRRRRRRRRRRRRR!!!!!!!!!!" dia bilang dengan lantang  "OOOORRRRRAAAAAA KENEEEEEEEKKKKK!!!!!!" dan apa yang terjadi kawan Server internet di daerah saya tersambar petir tiga komputer terbakar dan internet mati selama beberapa bulan. (WKAwkakwkawkakwkakwkakwk) 

Makanya jangan bermain-main dengan PETIR ya kawan. BAHAYA!!! tingkat 13 
Read more →
0 Blogger Comment Facebook Comments

Mahasiswa Sekarang Banyak Yang Melupakan Etika atau Tata Cara Mencari Ilmu

Ilmu adalah kebutuhan setiap manusia, dengan ilmu manusia bisa dihargai karena pemikiranya yang dilandasi dengan hati nurani yang baik untuk menyelesaikan masalah tertentu baik di dalam keluarga, masyarakat, tempat kerja dan lain sebagainya, kecuali ilmu hitam dan hanya orang bodoh saja lah yang memilih mencari ilmu janis ini ilmu yang fungsinya mendapatkan sesuatu secara instan meskipun banyak contoh diantara manusia-manusia yang memilih ilmu ini sengsara dunia akhirat misalnya mendapatkan kekayaan, jabatan, dan wanita secara instan yang akhirnya anak isteri harus menanggung malu karena suaminya, atau bapaknya didalam jeruji besi tertangkap basah melakukan tindak pidana korupsi, suap, nepotisme, penggandaaan uang dan lain sebagainya. Yang saya tahu ilmu hitam ada dua macam mencarinya pertama pada guru spiritual dimana guru spiritual ini hanya sebagai makelar antara murid dan setan yang menyesatkan, dan yang kedua adalah manusia seperti kita sama-sama makan nasi, sama-sama belajar namun ilmunya dipergunakan untuk membodohi orang lain atau ilmunya dipergunakan untuk kejelekan seperti korupsi, menipu, dan menjelekkan orang lain dengan tujuan mendapatkan sesuatu secara instan seperti ketenaran, uang yang banyak, atau jabatan.

Mencari ilmu di jaman sekarang ini seakan menjadi gaya hidup orang tertentu, menganggap bahwa ilmu bisa dibeli dengan uang, orang seperti ini lupa atau kadang tidak tau apa sejatinya ilmu itu.

Terlepas dari semua itu untuk mendapatkan ilmu yang piningit ada etikanya ada caranya dan ada strateginya supaya kita bisa mendapatkan ilmu yang piningit dimanapun kita belajar didalam kitab Ta'alim Muta'alim Karya Syekh Az-Zarnuji jelas dikatakan bahkan sebelum kita mencari ilmu, sedang mencari ilmu, atau sesudah mencari ilmu itu ada tata caranya, untuk lebih detilenya sobat bisa baca Disini.
Saya akan menjelaskan sedikit saja. Yang pertama adalah tempat dimana sebelum kita mengenyam pendidikan, kita harus mengetahui sedetile detilnya baik suasana, kurikulum pembelajaran, fasilitas, gurunya kita harus sudah tau terlebih dahulu sebelum nanti menyesal karena tempat dimana kita belajar tidak sesuai dengan karakter kita dan ujung-ujungnya menjelek-jelekkan hingga pindah tempat lain hal itu akan sangat merugikan tidak mendapatkan ilmu yang barokah bahkan kita rugi baik dari segi waktu administrasi dan lain sebagainya karena waktu adalah ilmu. Namun pada kenyataanya mahasiswa sekarang mengabaikan semua itu

Selanjutnya adalah ketika kita mulai mempelajari ilmu dimanapun tempatnya yang terpenting adalah menghormati alat mendapatkan ilmu itu seperti buku, komputer, dan  ilmu itu sendiri serta menghormati yang menyampaikan ilmu, misalnya tata cara membawa buku kalau dalam kitab diatas di jelaskan bahwa tidak boleh membawa buku atau kitab di cangking kita harus untuk membawanya menempel didada kita atau di dalam tas memang sederhana namun tidak ada yang percaya kalau dengan hal yang kecil ini kita akan mendapatkan ilmu yang piningit.

Dengan guru kita sering mengabaikan hal ini, bahkan kita menganggap guru atau dosen itu seperti teman kita dengan berbicara tidak sopan, selenge’an dan lain sebagainya yang membuat jengkel Guru atau Dosen kita (sepeti saya he he tapi sekarang sudah tobat) (Ali ra berkata: "Sayalah menjadi hamba sahaya orang yang telah mengajariku satu huruf. Terserah padanya, saya mau dijual, di merdekakan ataupun tetap menjadi hambanya.") kalau dalam hal ini kita kalah dengan orang Jepang, saya pernah ikut seminar waktu itu narasumbernya Pak. Siswono Yudo Husodo beliau bercerita ketika ada kunjungan kerja ke Jepang pada saat dia sedang berdiskusi di lobi sebuah gedung disana dengan rekan kerjanya orang Jepang, tiba-tiba rekan-rekannya itu berdiri dan menundukkan punggungnya kepada orang berbaju putih sederhana yang kebetulan lewat katanya sih semakin menunduk punggungnya orang itu semakin menghormatinya kalau biasanya kan hanya menunduk biasa namun kini berbeda menudukanya sehingga pak Siswono Yudo Husodo ini heran dan beliau bertanya pada rekannya itu “Siapa orang itu” salah satu rekanya menjawab dia adalah Guru anak saya. Betapa seorang guru disana sangat dihormati tak heran kalau orang jepang selain terkenal dengan kedisiplinanya mereka juga terkenal dengan kecerdasan dan keberhasilan menciptakan sesuatu.

Kembali pada tata cara mencari ilmu, selain tata cara mencari tempat belajar, membawa buku, membawa komputer, dan menghormati Guru atau penyampai ilmu untuk mendapatkan ilmu yang piningit adalah tata cara makan kata guru ngaji saya sih ilmu itu masuknya seperti pengantin baru (jangan ngeres dulu ni) iya kalau perut kita penuh maka ilmu tidak akan masuk sampai ke hati kita (apa hubunganya ilmu dengan hati ya) namun ada benarnya juga fungsinya ilmu kan untuk memutuskan sesuatu naah untuk memutuskan sesuatu tanpa didasari dari hati dan mendasarinya dengan hawa nafsu maka kita akan mendapatkan keputusan yang keliru meskipun sepertinya benar, kembali pada perut yang penuh tadi, ilmu hanya akan masuk ke telinga kanan dan akan keluar dari telinga kiri jadi ketika perut kita terisi maka ilmu enggan masuk  memang ini kedengaranya konyol dan tidak bisa dilogika, namun secara tidak langsung hal ini mengajarkan kepada kita untuk prihatin dan tidak boros dalam mencari ilmu (saya tidak mau disalahkan lho kalau pada sakit magh xixixi).
Masih soal makan dan masih kata Guru ngaji saya, pada saat mencari ilmu jangan makan di warung, (eiiiits jangan berfikir negatif dulu, dan yang punya warung jangan ditekuk dulu itu muka ) belinya tetep diwarung tapi makanya lebih baik di kos atau di rumah alasanya simpel selain biasanya ada pengamen yang bawa icik-icik bukan wanita bukan pria (ane paling takut ama yang begituan gan), warung penuh karena pada nongkrong disitu, menambah pekerjaan pedagang karena banyak piring kotor, dll namun ada yang paling penting kenapa upayakan tidak makan diwarung karena kalau ada orang fakir miskin melihat kita sedang lahap makan misalkan anak kecil yang sudah jadi pengemis biasanya sambil menggendong adiknya ditambah dua hari belum makan bayangkan saja bagaimana kepenginnya dia, melihat kita hanya bisa menelan ludah dan itu yang membuat ilmu enggan masuk pada hati dan pikiran kita.

Pada dasarnya mencari ilmu itu bukan untuk sok-sokan pelit kalau lebih dulu mendapatkan ilmu tidak mau share pada teman-teman dan bergaya seolah kita yang paling hebat, namun mencari ilmu itu juga ada etikanya baik sama teman, Guru, Dosen, dan lain sebagainya karena dengan teman kita bisa mendapatkan informasi, karena dengan Dosen kita bisa mendapatkan ilmu yang sebelumnya kita tidak tau dan karena dengan prihatin kita bisa merasakan pahitnya mencari ilmu dan akan mendapatkan manisnya dalam mencari ilmu dan karena perjuangan kita akan mendapatkan pekerjaan yang layak. Semua itu tergatung kita kita yang menjalani ibarat sebuah filem didunia ini tokoh utamanya kita, kita mau buat karakter baik, jelek, antagonis, atau apapun itu terserah kita, kita akna buat happy ending atau seperti filem india jagoanya datang terlambat itu juga terserah kita, anda mau percaya atau tidak anda mau komen yang jelek tentang tulisan ini itu juga terserah anda pada intinya saya hanya mengingatkan kembali pada pelajaran yang telah lama hilang agar kita mempelajarinya kembali sehingga kita bisa mendapatkan ilmu yang piningit, ilmu yang bisa menyelesaikan masalah utuk orang banyak bukan malah ilmu yang bikin masalah bagi orang banyak ilmu yang akan mengantar kita pada kedamaian di Dinia bahkan Di akhirat karena sesungguhnya kita belajar ilmu baik Agama, atau ilmu dunia semata-mata untuk hidup kita didunia ilmu Agama adalah ilmu tata cara beribadah yang pahalanya untuk bekal di akhirat dan ilmu Dunia adalah ilmu tata cara mencari harta di dunia yang sebenarnya tujuanya juga untuk beribadah, ilmu tanpa agama adalah buta dan Agama tanpa ilmu adalah lumpuh.

Sekian dari saya apabila ada yang baik itu semata saya hanya menyampaikan (kata Rosul “sampaikanlah walau hanya satu ayat” ) dan kalau ada yang jelek itu memang kekurangan saya ketidak tahuan saya dan kebodohan saya saya minta maaf dan tidak ada unsur merendahkan orang atau menjelkkan orang serta tidak ada motif dibalik batu.
Read more →
6 Blogger Comments Facebook Comments

Ngaku Anak Jendral Trobos Jalur Busway Mengakibatkan Kemacetan

Jakarta emang sering terjadi kemacetan, namun sebenarnjya kemacetan bisa dihindari kalau setiap orang sadar berlalu lintas dan tidak harus selalu mengendarai mobil pribadi, namun dengan peningkatan transportasi akhir-akhir ini transportasi di jakarta diharapkan mampu berbenah lebih baik dari tahun-tahun yang lalu. 

Kesadaran berlalulintas harus diawali dari diri sendiri yang taat akan berlalu lintas, tidak malah ngaku anak jendral untuk bisa menerobos jalur yang jelas-jelas itu untuk angkutan umum, mementingkan kepentingan pribadi sangat tidak tepat dalam posisi itu kecuali dia mengendarai mobil ambulan atau dia sedang membawa orang sakit. 

Kesadaran dalam berlalulintas seharusnya dijadikan kebutuhan mengingat angka kematian tiap tahun di jalan raya semakin meningkat, selanjutnya adalah konsentrasi dalam berkendara menjadi bagian terpenting dalam berlalu lintas kita bisa lihat kasus-kasus lalu banyak pengendara yang mengkonsumsi minuman keras menabrak pejalan kaki. 

Kita harus saling menghormati antara pejalan kaki, pengendara motor, dan pengendara mobil dengan begitu rasa lalulintas yang nyaman, aman dan terkendali bisa tercipta sehingga bisa menekan angka kematian dijalan raya serta mempermudah kita dalam mencapai tujuan dalam perjalanan.


Read more →
0 Blogger Comment Facebook Comments

Tradisi Jawa Yang Sudah Mulai Luntur

Era teknologi memang sudah mengubah segalanya, tidak hanya di dunia permainan yang dulu ketika jaman saya masih banyak yang memainkan permainan tradisional kini sudah beralih ke game online, dan permainan-permainan digital lainnya.

Tidak hanya itu budaya atau adat jawa pun kini sudah mulai luntur diterpa jaman, adat yang kita tau menyimpan banyak folosofi, banyak pembelajaran mengenai hidup kini sudah tidak lagi di selenggarakan, misalnya tradisi "dundunan" atau biasanya bayi berumur tujuh bulan. 

Memang adat seperti ini tidak ada dalam dalil islam, namun ternyata adat ini menyimpan folosofi yang dalam. 


Misalkan pada saat bayi selesai ditapakkan ke tanah maka bayi akan di hadapkan pada banyak barang-barang seperti buku, kalkulator, kaca, uang dan masih banyak lagi dan bayi secara tidak sengaja akan mengambil salah satu, dan masyarakat percaya filosofi itu, dan kalau di telaah lagi hal itu adalah do'a agar kelak anak akan menjadi pintar misal dengan mengambil buku.
Tidak hanya itu, pada acara ini juga didaerah saya ada tradisi membagikan uang receh yang di taburkan ke anak-anak kecil, ini bertujuan agar anak-anak senang dan gembira karena mendapat uang walaupun itu receh namun disitu kegembiraanya yang di butuhkan bukan hanya sekedar uang. 

Foto diatas adalah proses rebutan uang receh dengan penuh kegembiraan. tidak hanya itu yang paling penting pada acara ini adalah do'a dan kalau didaerah saya yang memimpin acara ini adalah dukun bayi.

Kegembiraan kepada sahabat-sahabat anak kecil dan kegembiraan orang tua melihat anaknya sudah berumur tujuh bulan dan siap untuk mengikuti proses umur selanjutnya seperti sekolah mengaji dan masih banyak lagi.

Tentu sebagai seorang ibu juga senang dan bangga dengan anaknya yang di asuh dengan hati-hati dan penuh dengan perjuangan dan kini sudah hampir siap untuk beranjak besar. 

Semoga tradisi ini akan terus terjaga dan tidak kalah sama era digital yang kini sudah semakin menjamur, 





Read more →
Copyright © 2013. Ahmad Roqib Blog - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger