Burjo (bubur kacang ijo) Kuliner

Advertisement
Hampir setiap malam aku dan shabatku AUN dan GARA makan di burjo bang amat tembalang, suasana yang ramai dan banyak makanan has anak muda, seperti gorengan, krupuk, kopi, dan masih banyak lagi membuat obrolan kami merasa nikmat apalagi sambil ngopbrolin pimpinan pekerjaan. #Abang suka gosip ha ha ha ha ah 

Warung burjo di daerah deket Universitas memang tidak pernah sepi dari pengunjung atau konsumen seperti di daerah Tembalang Semarang ini, makanya warung burjo ini sering buka sampi 24 jam, ada juga yang rela sampai pagi di burjo hanya untuk nonton bal sambil nyeruput kopi. 

Warung-warung deket kampus besar seperti Undip mempunyai strateginya masing-masing, ada juga Warung nasi padang bertuliskan Murah besar sekali sebagai ikon warung itu, pengunjungnya juga luar biasa banyak, mahasiswa bisa ambil nasinya sendiri-sendiri sistem prasmanan nasi sama sayur 3000 nasinya semaumnya, tapi anehnya piring yang disediakan juga kecil meskipun nasinya murah namun lauknya mahalnya minta ampun. wkawkakwkakwakw tapi mahasiswa kan tidak ambil lauk tapi nasinya berbentuk gunung xixixixixixixi

Itulah strategi dalam berusaha, namun strategi-strategi apapun kalau tidak bisa mempertahankan citarasa makanan itu sendiri maka seramai apapun akan ditinggalkan konsumen, seperti saya pernah mencoba warung tertentu dengan harga yang standar namun lama-kelamaan saya sering makan lauknya sudah basi, dan itu terjadi tidak hanya satu kali bahkan berkali-kali akhirnya yang terakhir aku pusing dan mual kayak keracunan akhirnya saya tidak pernah makan disitu lagi. 

Karena sebenarnya konsumen itu lebih suka yang berkualitas dan kuantitas artinya, makanan yang kita makan selain enak namun juga mengandung 4 sehat 5 sempurna, "betul tidak sob..?"

Tidak hanya itu saja saya juga pernah berkunjung ke wisata tertentu dan ingin mencicipi nasi rames di warung warung kecil [tujuanku sih agar warung-warung kecil itu bisa laris mendapatkan penghasilan yang banyak ], eeeh ternyata ayamnya juga basi pait, serontak makanan itu tidak aku makan. 

Sekian semoga tulisan ini bermanfaat dan agar kita selalu reaspon terhadap apa yang ingin kita makan, karena makanan yang enak akan selalu kita kenang kalau jauh dan akan selalu kita hampiri ketika kita dekat. kalau aku sih lebih milih masakan keluarga lebih enak dari warung atau restoran manapun. he he he 

Share this article :
+
Apakah Anda menyukai postingan ini? Silahkan share dengan klik di sini
author-photo Ahmad Roqib

Saya hanyalah orang biasa yang menyukai blogging dan mencoba berbagi pengalaman dengan yang lain tentang blogging dan SEO. Semoga bisa bermanfaat.

Follow me on: Facebook | Twitter | Google+
×
Previous
Next Post »
4 Blogger Comments
Facebook Comments
Terima kasih sudah berkomentar
Copyright © 2013. Ahmad Roqib Blog - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger