0 Blogger Comment Facebook Comments

Hati - hati, Penipuan Berkedok CPNS Kembali Marak

Hati - hati, Penipuan Berkedok CPNS Kembali Marak
Masroqib.blogspot.com || Memang sudah menjadi rahasia umum mengenai maraknya penipuan yang berkedok CPNS, namun ada saja yang tergiur dengan hal-hal seperti itu mengingat banyak orang memang yang ingin menjadi CPNS. 

Banyak orang ingin menjadi CPNS menjadikan orang berbondong-bondong mendaftar CPNS tidak terkecuali pada tahun 2017 ini masih ada yang percaya dengan calo, meskipun mahar dari sang calo tidaklah sedikit bahkan bisa emncapai ratusan juta rupiah, uang yang fantastis bukan? bahkan banyak orang juga uangnya sudah melayang karena tergiur dengan janji CPNS.

Informasi mengenai kejadian terbaru mengenai Penipuan yang Berkedok Bisa Menjadi CPNS Bisa dilihat di Web : Info CPNS Terbaru dengan Judul WASPADA!!! Penipuan Berkedok Penerimaan CPNS Makin Marak

Untuk anda yang ingin menjadi PNS dan akan mendaftar CPNS sebaiknya berhati-hati, jangan sampai CPNS tidak tercapai malah uangnya melayang.

Semoga Informasi ini bermanfaat, hanya sekedar mengingatkan saja.
Read more →
0 Blogger Comment Facebook Comments

Pendakian Gunung Merapi Pasca meletus 2010

Ini dia yang aku mau tulis kawan,...? tapi aku lupa ketika mau update blog so'alnya sibuk nglembur buat adek ma isteri wkakwakwkakwk. pissss

Saya lupa tepatnya kapan saya naik gunung merapi tapi yang jelas pasca meletus tahun 2010, kata berita dikoran saya turun eh denger denger meletus lagi.. hmmmm jadi takuuut ..

Kami satu rombongan naik lewat jalur SELO yaitu lewat boyolali. berangkat dari rumah abis jum'atan dan tiba disana jam 7 malam setelah basah kuyup kehujanan dari salatiga sampai di boyolali san NEW SELO.


Kami naik ke arah puncak gunung merapi jam 4.30 pagi, banyak yang masuk angin, muntah muntah karena pagi pagi sudah makan mie, ( Mienya keluar lagi dech ) hmmm alhasil banyak yang drop tapi jangan ngenes dulu alhamdulillah itu semua bisa diatasi dengan remason... maklum orang desa. wkakwa
Read more →
1 Blogger Comment Facebook Comments

Bandung, 7 Juni 2013 (Tari Topeng Di jalan Braga)


Pantas jika bandung dijadikan kota kreatif karena dari segi manusianya sangat erat mempertahankan budaya seperti yang saya lihat di jalan Braga bandung ketika saya jalan-jalan kesana tanggal 7 juni yang lalu, mereka sangat serius mempertahankan kebudayaanya, tari topeng ini di pentaskan oleh orang setengah tua di pinggir jalan braga sebagai bukti bahwa kesenian topeng di banding masih tetap terjaga.

Antusias penonton juga banyak, para pengguna jalan juga sangat terpesona melihat lengok tarian ini, tarian yang memang menggambarkan bangsa Indonesia banget tarian yang dibawakan oleh komunitas Kota Baru Parahyangan Bandung.

Yah kita tentu miris kalau melihat harta kekayaan intelektual serta budaya bangsa kita yang di klaim oleh bangsa lain maka dari itu saya sangat bangga dan senang jelan-jalan ke kota bandung disuguhi budaya yang baru pertama kali dalam hidup saya melihatnya, biasanya sih tarian biasa dan tidak memakai Topeng. Kata penyelenggaranya ini adalah wujud nyata dari komunitasnya untuk memperkenalkan Tari topeng kepada seluruh lapisan masyarakat agar peduli dengan warisan budaya ini sehingga tidak luntur dan tidak di klaim oleh bangsa tetangga. 

 
 

JL. Braga juga terkenal dengan kota lama, kota tua yang sangat terjaga keindahanya, bukti sejarah Indonesia pada masa-masa sulit dijajah oleh belanda 70tahun silam. Jl braga menjadi bukti perlawanan bangsa indonesia ke gerbang kemerdekaan. 

Ini foto dijalan braga bandung ketika kami jalan jalan. 



 
 
 


Tidak hanya foto kami juga mengabadikannya dalam video yang saya upload di youtube, semoga dengan adanya bukti ini masyarakat dalam hal ini pengguna internet atau smartphone, baik android dan apple serta blackbarry bisa menikmatinya dan menonton kebuidayaan ini. berikut adalah videonya.
Read more →
2 Blogger Comments Facebook Comments

Mikul Duwur Mendem Jeru, Opo kui?

Ilustrasi Gambar dari Google
Masroqib.blogspot.com || Selamat malam Bapak/Ibu sahabat dimanapun berada, lama banget tidak nulis di blog ini kangen banget rasanya pengen menyapa pembaca yang nungguin tulisan saya, nunggu sampai jenggotnya panjang gitu, nunggu dibawah pohon sambil memangku tangan lamaaa banget tidak keluar satupun diskroool terus postingannya dan tidak datang juga tulisan barunya, hingga malam ini tepatnya Jum'at 25 Desember 2015 bisa nulis lagi, saya membayangkan pasti senang sekali ya yang sudah nunggu dibawah pohon gitu yang sekarang sudah pindah di atas pohon berbaju putiih gitu sambil tertawa hiiiii hiiiiii hiiii hiiii perkosa aku maaaaaas wakakakakakkakak. 

Kok jadi ngelantur gitu yah ha ha ha oke kita kembali ke persoalan, duh persoalanya apa ya? Jadi lupa gara-gara mbak kunti. 

Dah sekarang kita kembali ke judul aja ya, banyak orang jawa yang kehilangan jawanya, (wueijian ceritanya sok bijak ni) begitu juga dengan suku-suku yang lain di Indonesia mungkin juga termasuk saya pribadi hihihihi :p yah memang begitu padahal Indonesia ini seperti gado-gado yang disitu ada tahu, lombok, kacang, gula, dkk. Indonesia juga sama ada jawa, ada dayak, ada madura, dan banyak banget dah pokoknya. Kalau gulanya sudah tidak manis lagi atau kalau kacangnya gosong kan gado-gadonya jadi tidak enak kan, sama juga dengan Indonesia kalau jawanya sudah hilang dayaknya juga sudah hilang maka Indonesia sudah hambar rasanya, makanya saya mengajak kepada semua warga Indonesia jangan kehilangan jati dirinya, jawa jangan hilang jawanya dan suku-suku lain juga jangan hilang jatidirinya, jangan mau diperkosa oleh peradaban-peradaban baru dari barat yang tidak sesuai dengan hati jati diri kita, sampai-sampai arti dari "Mikul duwur mendem jero" saja tidak tau bagi orang jawa, atau tau tapi artinya tidak tau, atau mungkin tau tapi tidak pernah dijalankan sehari-hari ya karena pengaruh-pengaruh negatif dari peradaban lain yang sudah membaur itu. 

Banyak persepsi dari arti dari judul diatas, ada yang mengartikan ini ada yang mengartikan itu, tapi mungkin dari cerita dibawah ini kita bisa sedikit-demi sedikit mempelajari dan juga menjalankan hikmah yang ada didalam cerita. 

Siapkan kacang ya ceritanya begini:
Pada jaman dahulu ada seorang Raja, namanya saya lupa karena dulu waktu ketemu saya sedang terburu-buru, besok kalau ketemu tak nanya deh, tapi saya memanggil raja dengan "Rho" kadang juga "Jo" (Rho jo) suatu saat raja sedang perang dan kemudian telinga raja terpotong oleh pedang musuh saat duel di medan perang. Singkat cerita raja menang dalam pertempuran itu. 

Pada suatu ketika raja ingin mengabadikan moment kemenanganya agar bisa diingat saat tua selain menulis sejarah raja ingin dilukis lalu diundanglah 3 pelukis hebat di Negara itu. 

Pelukis pertama, melukis dengan sangat bagus raja menjadi tambah tampan, tapi sayang pelukis tadi menambahkan satu telinga raja yang sudah terpotong saat perang, setelah jadi, raja merasa tersinggung dan akhirnya marah, dipenggallah leher sang pelukis karena menyinggung hati raja. 

Pelukis kedua, juga sama melukis dengan hebat dan wajah raja tambah tampan akan tetapi dalam lukisanya terlihat jelas jika raja kekurangan satu telinga, akhirnya raja marah karena tersinggung kekuranganya terlihat. 

Nah pelukis ketiga ini dia asli jawa menerapkan "mikul duwur mendem jero" dia melukis wajah dari samping hingga tidak menampilkan bagian tubuh raja yang ciri, akhirnya pelukis tadi selamat dan mendapat hadiah dari raja. 

Dari cerita diatas semoga kita menerapkan mikul duwur mendem jero terhadap siapapun, keluarga, sahabat, pacar, instansi tempat kerja, dan lain-lain 

Semoga menginspirasi.
Read more →
0 Blogger Comment Facebook Comments

Mengoptimalkan Google Drive di Lingkungan Pendidikan

Kita tau bahwa Google Apps for Education digratiskan oleh google, dan penyimpanan drive pada Apps For Education mendapat 30 GB. Tentu dengan kapasitas 30 GB untuk saat ini bisa tergolong besar karena file penting di dunia pendidikan untuk pribadi masih hanya sebatas dokumen tulisan, cukup banyak untuk menyimpan file-file hasil penelitian, pengabdian, Ebkd, Pembelajaran dan lain sebagainya.


Read more →
Copyright © 2013. Ahmad Roqib Blog - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger