2 Blogger Comments Facebook Comments

Mikul Duwur Mendem Jeru, Opo kui?

Ilustrasi Gambar dari Google
Masroqib.blogspot.com || Selamat malam Bapak/Ibu sahabat dimanapun berada, lama banget tidak nulis di blog ini kangen banget rasanya pengen menyapa pembaca yang nungguin tulisan saya, nunggu sampai jenggotnya panjang gitu, nunggu dibawah pohon sambil memangku tangan lamaaa banget tidak keluar satupun diskroool terus postingannya dan tidak datang juga tulisan barunya, hingga malam ini tepatnya Jum'at 25 Desember 2015 bisa nulis lagi, saya membayangkan pasti senang sekali ya yang sudah nunggu dibawah pohon gitu yang sekarang sudah pindah di atas pohon berbaju putiih gitu sambil tertawa hiiiii hiiiiii hiiii hiiii perkosa aku maaaaaas wakakakakakkakak. 

Kok jadi ngelantur gitu yah ha ha ha oke kita kembali ke persoalan, duh persoalanya apa ya? Jadi lupa gara-gara mbak kunti. 

Dah sekarang kita kembali ke judul aja ya, banyak orang jawa yang kehilangan jawanya, (wueijian ceritanya sok bijak ni) begitu juga dengan suku-suku yang lain di Indonesia mungkin juga termasuk saya pribadi hihihihi :p yah memang begitu padahal Indonesia ini seperti gado-gado yang disitu ada tahu, lombok, kacang, gula, dkk. Indonesia juga sama ada jawa, ada dayak, ada madura, dan banyak banget dah pokoknya. Kalau gulanya sudah tidak manis lagi atau kalau kacangnya gosong kan gado-gadonya jadi tidak enak kan, sama juga dengan Indonesia kalau jawanya sudah hilang dayaknya juga sudah hilang maka Indonesia sudah hambar rasanya, makanya saya mengajak kepada semua warga Indonesia jangan kehilangan jati dirinya, jawa jangan hilang jawanya dan suku-suku lain juga jangan hilang jatidirinya, jangan mau diperkosa oleh peradaban-peradaban baru dari barat yang tidak sesuai dengan hati jati diri kita, sampai-sampai arti dari "Mikul duwur mendem jero" saja tidak tau bagi orang jawa, atau tau tapi artinya tidak tau, atau mungkin tau tapi tidak pernah dijalankan sehari-hari ya karena pengaruh-pengaruh negatif dari peradaban lain yang sudah membaur itu. 

Banyak persepsi dari arti dari judul diatas, ada yang mengartikan ini ada yang mengartikan itu, tapi mungkin dari cerita dibawah ini kita bisa sedikit-demi sedikit mempelajari dan juga menjalankan hikmah yang ada didalam cerita. 

Siapkan kacang ya ceritanya begini:
Pada jaman dahulu ada seorang Raja, namanya saya lupa karena dulu waktu ketemu saya sedang terburu-buru, besok kalau ketemu tak nanya deh, tapi saya memanggil raja dengan "Rho" kadang juga "Jo" (Rho jo) suatu saat raja sedang perang dan kemudian telinga raja terpotong oleh pedang musuh saat duel di medan perang. Singkat cerita raja menang dalam pertempuran itu. 

Pada suatu ketika raja ingin mengabadikan moment kemenanganya agar bisa diingat saat tua selain menulis sejarah raja ingin dilukis lalu diundanglah 3 pelukis hebat di Negara itu. 

Pelukis pertama, melukis dengan sangat bagus raja menjadi tambah tampan, tapi sayang pelukis tadi menambahkan satu telinga raja yang sudah terpotong saat perang, setelah jadi, raja merasa tersinggung dan akhirnya marah, dipenggallah leher sang pelukis karena menyinggung hati raja. 

Pelukis kedua, juga sama melukis dengan hebat dan wajah raja tambah tampan akan tetapi dalam lukisanya terlihat jelas jika raja kekurangan satu telinga, akhirnya raja marah karena tersinggung kekuranganya terlihat. 

Nah pelukis ketiga ini dia asli jawa menerapkan "mikul duwur mendem jero" dia melukis wajah dari samping hingga tidak menampilkan bagian tubuh raja yang ciri, akhirnya pelukis tadi selamat dan mendapat hadiah dari raja. 

Dari cerita diatas semoga kita menerapkan mikul duwur mendem jero terhadap siapapun, keluarga, sahabat, pacar, instansi tempat kerja, dan lain-lain 

Semoga menginspirasi.
Read more →
0 Blogger Comment Facebook Comments

Sabtu Merindu Untuk Jagoan Kecilku

Falah Abdul Rahman
Hari sabtu adalah hari yang menyenangkan bagiku, bagaimana tidak selama dua tahun setiap minggu aku hanya bertemu keluargaku dan jagoan kecilku setiap hari sabtu, sabtu merindu untuk jagoan kecilku. Semarang memang tidak jauh dari weleri, tapi rasanya kalau setiap hari dilalui itu tidak akan mungkin mengingat pekerjaanku yang bayak di sertai kuliahku setiap sore.

Read more →
2 Blogger Comments Facebook Comments

Tiada Wismilak Sukun Pun Jadi.

Tidak sengaja tadi melihat foto Guru saya yang si upload di facebook, beliau masih seperti dulu pendiam nyelneh tapi sebenernya dia cerdas meskipun pakaianya kurang rapi penampilanya kayak profesor baru menemukan sesuatu dalam penelitianya, saya masih ingat sekali sembilan tahun yang lalu ketika di ajar sama beliau. 

Saya akui dulu saya memang bandel, sering bolos dan tidak patuh sama Guru, saya sangat menyesal pernah berbuat seperti itu. Saya sering bolos sekolah dan ketahuan sama guru hingga dihukum di tengah lapangan tapi dibandingkan dengan temen-temensaya, saya yang paling alim meskipun bandel, saya tidak pernah ikut tawuran dan minum minuman keras, saya orangnya rajin sholat suka menabung dan baik sama temen. 

Kejadian ini berawal dari perpindahan jam pada hari rabu ketika saya duduk di kelas dua sekolah menengah kejuruan, saya masih ingat sekali hari rabu pelajaranya matematika dua jam, fisika satu jam dan setelah istirahat ada ekonomi dua jam. Murid jurusan audio video sekelas sama saya hanya 14 anak dan setiap hari ada saja yang tidak berangkat jadi setiap hari dikelas hanya ada dua belas anak dan itu termasuk paling banyak yang berangkat, tidak setiap hari sih tapi seringnya, dan saya termasuk dari ke dua belas anak itu yang sering masuk dan menulis di papan tulis pada jam ekonomi pak hasim (nama samaran).

Dari dua belas anak yang hadir hampir semua tidak memperhatikan pelajaran ekonomi yang diajar Pak Hasim, mereka sungguh terlalu temenku namanya saipul amin dan zaenuri asik menabuh meja sambil nyanyi dangdut koplo, rhio, budi, sama susilo asik ngobrolin motor, eko, widodo, dan asrofi asik dengan penemuan barunya toko elektronik termurah walaupun sebenarnya kualitasnya lebih jelek dibanding toko sebelah yang kualitasnya bagus. pandangan pak hasim selalu menuju ke arah mata saya karena dari awal masuk pelajaran hanya saya yang sepertinya memperhatikan padahal sih enggak banget ha ha ha hingga akhirnya pak hasim meminta saya untuk menuliskan beberapa bab di papan tulis. 

Namanya juga bendel sebagai orang yang berjiwa enterpreneur saya tidak begitu saja mau menuliskan pelajaran ekonomi di papan tulis tanpa imbalan ha ha ha waktu itu pak hasim bilang "nanti tak kasih rokok" saya sangat senang sekali meskipun harganya tidak seberapa seribu dapet dua tapi saya sangat senang dan mau menulis di papan tulis dan saya juga yang memastikan kalau temen-temen saya nulis juga. 

Setelah selesai menulis di papan tulis tiba saatnya untuk bertransaksi rokok di pojok sekolahan pak hasim dengan gerakan tersembunyi mengeluarkan sebungkus rokok bermerek wismilak dari kantongnya dan saya sebagai penerima langsung menerima rokok itu terus lap!!! masukkan ke dalam saku celana saya dengan cepat. "ojo ngrokok neng sekolahan, rhokok neng omah wae" "jangan merokok di sekolahan merokok dirumah saja" pinta pak hasim kepada saya "siap pak!!". 

Namanya juga bandel, habis makan di kantin istirahat ke dua rasanya pengen menghisap rokok dan di ruangan tersembunyi saya membuka bungkus rokok wismilak itu, dan sungguh saya sangat kecewa ternyata hanya bungkusnya yang bertuliskan wismilak dalamnya ternyata rokok sukun yang bungkusnya merah roko para petani disawah kesukaan simbah yang umurnya enam puluh tahun keatas. 

Saya masih ingat sekali kalau ada siswa ketahuan merokok pasti hukumanya merokok juga, ya rokoknya SUKUN ini lima batang sekaligus di rokok ditengah lapangan sambil jalan jongkok memutar, seperti zaenuri alias tengkleng ceritanya dia dikantin lagi ngrokok sambil nonton tv duduk dikursi dengan kaki diletakkan di kursi satunya minum es sama menghisap rokok pada jam istirahat, tiba-tiba pak teguh datang spontan pak teguh langsung memoles kepala zaenuri karena ketahuan merokok sembari berkata “kamu merokok ya!!!!!!” dan si zaenuri bilang “tidak pak!! buuulll” sambil keluar asap dari mulutnya. Ha ha ha ha
Read more →
2 Blogger Comments Facebook Comments

Ada Apa dengan Tukang Becak Satu Ini Menjerit dan Berlumuran Darah Baca Selengkapnya (kocak)

Sumber gambar : http://wahw33d[dot]blogspot[dot]com
Setelah lulus MTs Madrasah Tsanawiyah 13 di Sukorejo aku melanjutkan Sekolah di SMK sambil nyantri di sebuah pondok, karena saya ini dari keluarga yang kurang mampu jadi uang jajan kadang sering kurang (kurang bersyukur) jadi tidak jarang saya mencari tambahan uang dan salah satunya adalah menjadi nelayan mencari ikan dilaut jawa tiap hari minggu. 

Kejadian yang ingin saya ceritakan ini adalah ketika aku liburan ujian akhir semester SMK kelas II saya ikut nelayan perahu mini yang bekerja dilaut minimal tiga hari dan maksimal hampir satu bulan kalau penagkapan ikan banyak, waktu itu saya membawa uang lima belas ribu untuk beli jajan bekal dilaut namun sampai tiga hari ternyata tidak banyak ikan yang kami dapatkan akhirnya karena baru pertama kali aku tidak kuat dan meminta untuk pulang oleh pengemudinya, perahu pun berhenti di TPI (tempat pelelangan ikan) di kabupaten Batang Jawa Tengah karena penamgkapan ikan sedikit jadi saya hanya mendapatkan uang sepuluh ribu rupiah sungguh pekerjaan yang tak sebanding dengan bekalnya tapi saya sangat bersyukur mendapatkan uang segitu dari pada tidak sama sekali yah itung-itung untuk bekal pulang dari batang sampai kerumah. 

Kejadianya waktu itu malam hari kira-kira jam 12 malam saya bersama tiga temen saya yang satu gendut dan yang satunya biasa badanya seperti saya tidak gemuk juga tidak kurus mencari tukang becak di dekat TPI batang untuk mengantar ke jalan raya, setelah berjalan kesana kemarai sampai satu jam tidak saya temukan sosok tukang becak yang saya cari, dan setelah berjalan cukup panjang akhirnya saya menemukan tukang becak di pinggir jalan yang sedang tidur sambil berselimut sarung mukanya ditutupi topi, sungguh senang perasaan kami akhirnya capeknya kita bertiga bisa terobati. 

Kami bertiga mencoba membangunkan tukang becak yang lagi tidur itu, "pak bangun pak, bangun antarkan saya ke alun-alun batang" pinta sigendut namun si tukang becak itu ternyata sedang tidur pulas sekali hingga kami bangunin tidak bangun malah ngoroknya makin keras, akhirnya saya mencoba membangunkannya dengan cara menggoyang-goyang becaknya "pak bangun pak bangun ada gempa" si tukang becak itu kaget dan langsung keluar dari becak dikira ada gempa sungguhan "wooooe ono opo iki!!!!!!!!!!" dan dengan bersamaan kami bertiga ditambah tukang becak pun sama-sama KAGET!!! sampai-sampai saking takutnya sigendut mau kabur begitu saja. 

Setelah saya menjelaskan maksud tujuan kami akhirnya situkang becak mengerti dan mau mengantar kita sampai ke alun-alun namun yang sulit adalah tawar-menawar harga jasa naik becaknya bayangkan saya dan tukang becak tawar menawar hampir seperempat jam dari harga dua puluh ribu sampai lima ribu rupiah, belum tau kalau saya punya ajian memelas ha ha ha ha. 

Tawar menawar selesai dan kami bertiga pun menaiki becak yang dikemudikan oleh pak jarwo (nama samaran) yang umurnya kira-kira enampuluh tahun itu, lima ratus meter berjalan ternyata ada yang aneh dengan pak jarwo ini setiap kali dia menggenjot becaknya dia seperti kesakitan dan sedikit merintih serta mulutnya bersuara "aoo!!" genjot lagi dia bersuara "aooo!!" genjot "aooo!!" sampai hampir satu kilo meter setiap genjotan dia bersuara "ao!!!" kami sempat menanyakan pada pak jarwo "ono opo pak" dia jawab "rak opo-opo kok le" akhirnya kami tenang namun hampir dua kilo meter dia masih bersuara "aoo!!!" disetiap genjotan becaknya, padahal perjalanan masih tiga kilo meter lagi.

Perjalananpun berlanjut hingga ada sebuah tanjakan yang tidak terlalu tinggi namun juga sangat menguras tenaga bagi pak jarwo yang sudah setua itu, mengawali tanjakan, genjotan pak jarwo semakin kuat dan semakin berat karena becak yang seharusnya ditumpangi maksimal dua orang dan sekarang ditumpangi tiga orang, dan beda dengan genjotan pada jalan datar yang hanya merintih “aoo!!” di awal tanjakan ini rintihan pak jarwo juga semakin kuat “aaaooooo!!!!” sambil memejamkan matanya serta otot tanganya kelihatan kalau dia menahan beben berat.

Tiba di tengah tanjakan itu tiba-tiba pak jarwo menjerit namun dengan nada yang sama “AAAAAAAAAAOOOOOOOOOOOOOOO!!!!!!!!!” tanjakan menurun hingga tanpa digenjot becaknya jalan sendiri naum ini beda meskipun tidak menggenjot becak, pak jarwo tetap menjerit kesakitan “Aoooooooaaooooo!!” “Aooooo!!!” “Aooooo!!!” “Aooooo!!!” “Aooooo!!!” “Aooooo!!!” “Aooooo!!!” hingga berhenti di sebuah jalan datar dan pak jarwo turun dari becak dan tergeletak tengkurep di pinggiran jalan di bawah lampu jalan sambil merintih kesakitan, kami bertiga kaget dan takut bukan kepalang sungguh sangat takut dan bertanya tanya kenapa pak jarwo ini, dan tiba-tiba celananya berlumuran darah darahnya sangat banyak sigendut sampai gemetaran melihat darah maklum dia sangat takut dengan darah, terus saya bertanya tanya “kenapa pak !!!” berulang ulang namun dia hanya merintih kesakitan kami mau gotong ke becak tapi dia tidak mau ingin istirahat sebentar katanya, setelah lama menunggu dengan cemas alasan kenapa menjerit dan tiba-tiba berdarah lalu pak jarwo bilang dengan kata terbata-bata “le wudunku mecah” ternyata eh ternyata di bokong pak jarwo ternyata menyimpan wudun atau udun (bisul) yang sangat besar dia menyimpanya sudah tiga bulan lamanya dan di puncak tanjakan kecil tadi bisulnya pecah mengeluarkan mata dan lahar berwarna merah.

Setelah istirahat kami pun melanjutkan perjalanan namun karena kami tidak tega melihat pak jarwo kesakitan akhirnya kami yang mengemudikan becak itu sampai tujuan tiga kilo lebih kami bergantian menjadi pengemudi dan pak jarwo duduk di depan bersama kedua temen saya dan gantian.
Read more →
4 Blogger Comments Facebook Comments

Cewek Misterius



Kejadian yang paling berkesan selanjutnya ketika aku beranjak dewasa, kira-kira umur 17-21 tahun, memang sifat lelaki itu menginginkan seorang wanita cantik, moleq, bohay, bodi gitar dan cantik segalanya mungkin tidak hanya saya yang menginginkan itu he he he Jaman dahulu belum ada facebook dan didaerahku juga masih jarang cewek-cewek cantik karena keterbatasan kosmetik.
Akhirnya untuk mencari cewek seperti yang saya katakan diatas yaitu dengan cara mengacak nomer hp, setelah ngacak nomer hp hingga dimarahin pak polisi, dimarahin orang tua dan dimarahin orang cina yang bahasanya tidak jelas karena dianggap mengganggu akhirnya nemu juga nomer cewek dengan suara yang halus dan abohay dengan aroma yang memikat, dan selanjutnya keluar tuh gombal demi gombal setiap hari sampai genap tiga bulan berpacaran di dunia maya, aku masih ingat dia anak sala tiga yang masih bekerja di luar negeri, waktu itu aku terpana dengan suaranya yang menggoda iman siang malam sms dan telfon tidak henti-hentinya karena masih tahap pendekatan. Gombal demi gombal aku keluarkan demi meruntuhkan tembok cintanya. Selang waktu akupun penasaran dengan sosok yang suaranya menggoda iman itu akhirnya didalam pembicaraan telfon aku meminta fotonya. Waktu itu dia masih enggan untuk mengirimkan foto kesaya, saya masih ingat sekali dia bilang “ oke nanti saya kasih foto saya tapi ada syarat yang harus dipenuhi pertama kamu harus kirim foto dulu kesaya dan kedua kamu jangan menyesal karena aku ini jelek” dari perkataannya yang bilang begitu hati saya sudah tidak enak namun saya menganggap itu hanya gurauan saja dan sedikit merendah supaya tidak terlalu dibilang cewek yang sombong. 
Akhirnya aku mengirimkan foto 4x6 sebanyak empat lembar ke dia dibarengi dengan gombalan-gombalan yang saya tulis disebuah surat agar kurup dalam membeli perangko karena mahal, selang empat minggu akhirnya balasan surat itu pun datang kesaya aku menerima surat itu sepulang sekolah, sebelum membuka suratnya aku membaca fatihah tiga kali agar apa yang ada didalamnya sesuai dengan perkiraan saya, setelah mandi dan bersih-bersih akupun mulai membuka surat itu sedikit demi sedikit, didalamnya ada sebuah foto berukuran 4 R dan sepucuk surat namun yang aku ambil suratnya dulu yang aku baca sambil senyum-senyum sendirian dikamar karena dia juga ahli dalam gombal menggombal meskipun aku sudah kebal dengan gombalannya. Dan setelah itu aku buka fotonya satu demi satu dan setelah aku buka “ MASYAALLAAAAAAH” babar plotas tidak seperti yang aku harapkan orangnya kecil rambutnya pendek memakai gatsby wage dengan rambut bermodel anak punk, dan jangan suruh saya untuk menuliskan raut wajahnya dosa besar nanti saya.
Dan dari kejadian itu aku tidak lagi percaya dengan suara yang menggoda iman kalau hanya dalam telfon atau sms. ( HOAKS ) pokoknya. 
Tidak hanya itu kawan aku juga pernah terjebak pada foto cewek cantik yang dipasang di poto profil sebuah jejaring sosial, jaman dahulu yang paling banyak diminati adalah friendster ya kalau ndak salah namanya lina anak kebumen yang kuliah di universitas negeri disemarang, pada watu itu saya yang aktif dahulu minta alamat emailnya untuk chat dan setelah berbulan-bulan chat aku minta nimer hp kira-kira kejadiannya seperti yang diatas, karena kampusku dan kampusnya tidak begitu jauh akhirnya kamu janjian untuk ketemuan di kampusnya. Waktu itu saya belum belum punya kebo ( kendaraan Honda GL 100 tahun 80 kami menamakannya kebo ), saya mengajak temen untuk kesana namanya iskandar aku kekos kosan temenku dulu dan meminjam motornya untuk menemuinya didepan masjid gunungpati unnes saya menemui cewek itu, dan ternyata dia telah memantau saya dari jauh setelah aku menunggu lama akhirnya dia datang, “ MASYA ALLLAAAAAAAAH” jangan bayangkan ketika aku bertemu dengannya saya juga tidak berani menuliskannya karena itu dosa besar. Namun karena aku sudah terlanjur bertemu dengannya akhrinya saya tidak mau mengecewakannya dengan motor pinjeman itu akhirnya saya mengajak dia untuk muter-muter daerah situ situ saja, tanpa disangka ternyata temen saya itu mengikutiku dibelakang dan melihat cewek yang saya boncengkan. Astaghfiruloooooh dia bilang apa tidak ada yang lain. Nasiiiiib nasiiib...!!!! Hoaxs.
Read more →
4 Blogger Comments Facebook Comments

Masa Kecilku Kecilmu Masa Kecil Kita Semua


Sumber foto: http://adinugroho5.blogspot.com
Setiap orang pasti pernah kecil, saat kecil aku ingin menjadi besar dan setelah besar aku ingin jadi kecil lagi he he he menjadi anak kecil memang serba senang, bermain, lari-lari nangis karena berantem membicarakan film kesayangan jaman kecilku "Yoko" dan "Kera Sakti" he he he tiada hari tanpa membicarakannya apalagi kalau tokoh kesayangan kita kalah dalam berkelahi hemmm sungguh sangat sedih hidup ini, sampai segitunya ya dulu. 

Tentu dari semua moment itu ada hikmah yang kini kita bisa petik namun selain hikmah dalam moment-moment itu ternyata banyak kesan dan banyak kisah yang sangat layak untuk kita bincangkan kembali bersama orang-orang yang berperan didalamnya siapa lagi kalau bukan sahabat kita. 

Sebuah kisah yang menurut mereka orang yang pernah mendengarkan cerita langsung dari mulutku yang ndower ini katanya sih lucu, dan bikin kepingkal-pingkal kalau penyajiannya diwaktu yang tepat.

Ceritanya begini:

Hal yang paling berkesan waktu kecil tentu saja waktu bermain bersama sahabat-sahabatku lima orang menjadi bocah petualang memancing, bermain ban motor, petasan ketika bulan puasa, dan yang terakhir mandi di "kedung" sungai kecil buatan Pak "Lebe" [kaur keagamaan] maklum jaman dulu didesa kami belum ada kolam renang itupun sampai sekarang, adanya “kedung” sungai kecil yang dibendung berukuran lima meter untuk kedalamannya sekitar setengah meter yang dibuat oleh bapak lebe yang tujuanya untuk pengairan sawah. Kami bermain-main mandi di kedung itu, bercanda tertawa riang begitu gembira kami saat itu. 

Belum lama kami bermain ada sesosok orang tua memakai celana komprang celana pendek yang tertempel saku saku banyak, memakai topi khas “blantik” (makelar sapi dan kambing)topi berbentuk koboy serta memakai baju kuning bergambarkan pohon beringin dan bertuliskan golkar dengan font Tims New Roman bold berukuran 100, baju itu sudah lusuh dan kayaknya baju itu adalah pemberian partai golkar tahun 82 baju kedinasan ketika mencari rumput dan mencangkul disawah tak kalah ketinggalan sabit besar ditangan kanannya. 

Sepintas kami tidak melihat keberadaanya karena kami asik dengan canda tawa kami bermain air, namun dari kelima sahabatku itu ada yang berdiri ketakutan menatap sosok orang tua itu “nyileeeeem” seruan minanurohman sahabatku akhirnya kami berlima menenggelamkan badan kami ke kedung yang airnya sudah mulai coklat itu, tidak sampai lima menit kamipun tidak kuat dengan pernapasan kami. Kabuuuuuuur akhirnya kami pun lari terbirit birit telanjang bulat menuju sebuah hutan, tapi untungnya orang terakhir dari kami yang lari membawakan pakaian kami meskipun pakaiannya sendiri tidak dibawa orang terakhir itu adalah AKU. Orang tua itu adalah bapak lebe kawan. Kami takut bukan kepalang seperti orang mendengar suara terompet atau tabuhan bedug ketika mau berperang. 

Read more →
0 Blogger Comment Facebook Comments

Perjuangan Meniti Karir.

gambar diambil dari :
http://2.bp.blogspot.com/-r71BqJsU2
84/UPuGshMqLcI/AAAAAAAAIZg/Rqw
epcacPG4/s1600/karir.jpg
Pagi masih buta, aku dan yanto sahabatku mulai bergegas ke pasar berbelanja sayur, kentang, bumbu, tepung tidak ketinggalan minyak goreng, itu semua belum cukup untuk membuat siomay ikan dan siomai kuah bikinan kami sepulang jualan kira-kira jam 21.00 Wib kami sudah belanja dan separuhnya baru kami belanja pagi. Aku masih duduk dikelas dua Sekolah Menengah Kejuruan dan sebelum aku berangkat sekolah aku berbelanja dengan sahabatku di pasar pagi Tawang.

Sepulang sekolah aku mulai berangkat mendorong grobak hijau seperti grobak dorong bakso, namun sajiannya berbeda yaitu SIOMAY KUAH dan SIOMAY IKAN bang yanto ada embel-embelnya juga untuk menarik pembeli yaitu KHAS MAGELANG "saya tidak tau apakah di magelang ada siomay kuah" setahu saya di Temanggung ada si tapi jauh dengan Magelang he he he . Itulah pekerjaan saya saat itu yang sebelumnya saya pekerja serabutan, dari nelayan, pencari pasir di kali, jual pakaian, tani, dan ditahun 2005 aku membuka usaha sendiri yaitu jualan siomay. 

Hal yang paling aku sukai dari pekerjaan ini adalah "gampang mencari cewek" ha ha ha ha (maklum waktu itu masih muda), aku masih ingat sekali setiap gang ada ceweknya masing-masing dan setiap sore pasti menunggu saya "ngarep!!" nggak percaya buktikan!!!!

Susah duka menjadi seorang pedagang makanan keliling adalah ketika dagangan lagi sepi dan senangnya ketika dagangan lagi laris dan alhamdulillah selama tiga tahun menajadi pedagang siomay lebih banyak untungnya dari pada ruginya, rugi si pernah bahkan pernah sekali grobaknya terbalik dan semuanya tumpah dijalan. 

Tahun 2007 aku diterima di beasiswa unggulan dan melanjutkan kuliah di semarang, Siomay yang aku rawat selama tiga tahun pun tumbang yanto sahabat saya lebih suka hidup merantau di malaysia, sedangkan aku waktu tidak menentu menjadikan saya berhenti menjadi tukan siomai.

Kuliah sambil bekerja, itulah yang aku lakukan sampai saat ini, tahun 2008 kira-kira aku semester dua dan karena saya mahasiswa beasiswa jadi untuk kuliahnya tidak ful jadi hanya berangkat dua minggu selama satu bulan.

Aku diajak temen yang sempat aku pura-purain jadi bapak saya didepan cewek yang kenal di internet, ha ha ha ha Ceritanya panjang kalau pengen denger PM dibelakang aja. he he he he  aku diajak menjadi tukang foto keliling, yah keliling jawa tengah lah, dan bermarkas di tegal, ya jadi tukang foto kami ikut Gajah yang diasuh oleh dinas Pariwisata Kota Pekalongan, gajah cewek dan cowok namanya DEO dan SINTA. sampai saat ini kalau anda jalan-jalan ke Linggo Asri pekalongan anda akan bertemu DEO sama Sinta Nah dia adalah saksi bisu perjalanan karir saya selama tiga tahun, aku menjadi tukang foto orang yang naik gajah upahnya lumayan lah namun saya tidak full time atau kalau ada ifent aja bekerja kalau tidak ada ya hanya di kos saja.

Susah duka menjadi tukang foto pertama solatnya tidak teratur karena star jam 16.00 selesai jam 22.00, jam 18.00 waktu sholat maghrib pengunjung pasar malam lagi banyak-banyaknya, yah tidurnya tidak tentu, gajinya terkadang banyak si tapi banyak yang ditipu juga. Enaknya dapetin ceweknya juga gampang dan kadang uangnya banyak. he he he he he 

2010 bulan april saya lulus kuliah, sempat menjadi pengangguran beberapa bulan mengakibatkan aku putus dengan cewekku dan merana selama tiga bulan. bulan julia aku bekerja pada sebuah instansi pemerintah menjadi tukang jaga perpus dan entri data serta tugas kebersihan perpus di SMA N 1 welei, wah banyak banget yah tugasnya waktu itu aku digaji 400 ribu perbulan dan setahun kemudian naik menjadi 600 ribu. banyak kenangan di sana, cinta, karir, dan sahabat. yang tentunya bila aku tuliskan akan menyayat hati dan tawa terbahak-bahak karena kekonyolanku serta haru dengan sebuah persahabatan. 

Susah duka kerja disana, kalau susahnya sedikit si banyak senangnya malahan susahnya kalau tiba-tiba diluar  jam pekerjaan diaksih pekerjaan dan saat itu juga harus selesai. tapi itulah resikonya menjadi bawahan tidak seperti tukang siomai yang saat itu saya bisa memerintah mereka karena sempat waktu itu aku punya karyawan tiga. 

Tahun 2012 Aku meninggalkan Cinta, sahabat dan kisah di SMA N 1 Weleri, berhijrah ke Semarang bekerja di instansi Perguruan tinggi negeri di Semarang menjadi staf Teknisi sampai saat ini. susah dukanya bekerja disini sama dengan seperti di SMA. he he he he 

Sekian kisah karir saya sebenarnya masih banyak yang ingin aku tuliskan tapi lain kali saya tambah lagi deh 

bagaimana dengan kisah karir anda. yang jelas tanpa bekerja otot akan lemas tanpa berfikir otak akan tumpul. SEMANGAT !!!! tingkatkan Karir anda .


Read more →
Copyright © 2013. Ahmad Roqib Blog - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger